Halalan Thayyiban

Jenis makanan ini merupakan bagian dari teladan makan yang kedua, dimana yang pertama yaitu jadwal dan ketiga jumlah. AQsi Kazi Yabukti bersama LKP Bumi Berbakti College, ingin memberikan pelatihan bagaimana kita berlatih setiapp saat bagaimana hidup sehat. Tanpa berlatih kita tidak akan terbiasa,tidak terbiasa maka tidak membentuk karakter, tidak berkarakter maka tidak memiliki tadir yang jelas. Bangsa Indonesia merupakan masyarakat yang berbudaya agung yang harus kita pelihara dan tingkatkan.

AQsi Kazi Yabukti bersama LKP Bumi Berbakti College dengan membuka pelatihan secara terus menerus kepada seluruh mitranya, saat ini kita akan membicarakan tentang jenis makanan. “Makanlah makanan yang halal dan tidak merusak tubuh”, atau disebut juga Halalan Thayyiban. Halal artinya sesuatu yang berdasarkan perintah-Nya, perintah itu ada 2 yaitu perintah yang harus dilaksanakan dan perintah yang harus ditinggalkan. Tidak merusak artinya sesuatu yang tidak membuat sesuatu menjadi tidak berguna. Maka makanan yang halalan thayyiban yaitu kita harus memakan makanan yang sudah diperintah dalam syariah Islam dan yang berguna bagi tubuh yaitu memenuhi nutrisi tubuh.

STANDAR MAKAN

A. STANDAR JENIS

Memenuhi kelengkapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh yaitu jenis-jenis makanan yang mengandung :

  1. Nasi dengan berbagai cara memasaknya, seperti nasi uduk, nasi goreng, nasi kuning, dan sebagainya.
  2. Kentang dengan berbagai cara memasaknya,  seperti kentang panggang, kentang rebus, sambal goreng, dan sebagainya.
  3. Jagung dengan berbagai cara memasaknya, seperti: jagung bakar, jagung rebus, bubur jagung, dan sebagainya.
  4. Ganyong, sagu, singkong, sukun, talas, ubi, dan sebagainya dengan berbagai cara memasaknya.

 

Yaitu lauk pauk dengan berbagai jenisnya seperti : daging, ikan, tempe, tahu, dan lain-lain

  1. Sayur dengan berbagai jenisnya seperti: sayur kangkung, kelor, bayam, pare, kacang panjang, dan jenis sayur lainnya.
  2. Buah dengan berbagai macamnya seperti: buah mangga, jeruk, apel, nanas, dan sebagainya;

Seperti kacang-kacangan, ikan salmon, kenari dan alpukat, hindari jeroan dan makanan yang digoreng

Banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan serelia. Beberapa contoh buah dengan serat tinggi adalah pepaya, sirsak, apel dan jeruk.

Pada sayuran, serat banyak terdapat pada kacang panjang, brokoli, wortel, tauge, dan kangkung.

 

  1. Buah-buahan/ikan/ayam/daging/cuka + susu (sesudah ataupun sebelumnya)
  2. Hewan darat + hewan laut
  3. Dua makanan yang mengandung unsur kontradiktif
  4. Makanan yang mengandung unsur penyebab sembelit dengan yang mengandung penyebab mencret,
  5. Makanan yang mudah dicerna dengan yang sulit dicerna,
  6. Makanan yang dibakar dengan yang direbus
  7. Daging yang segar  dengan yang sudah digarami dan dikeringkan

 

B. STANDAR TEMPAT

 

C. STANDAR ALAT

 

PROSEDUR MAKAN

A. PROSEDUR MAKAN SENDIRI

 

B. PROSEDUR MAKAN BERSAMA

1.Bersama Keluarga

 

 2. Bersama Tamu

 

3. Bersama dalam Satu Acara

  1. Panitia menyiapkan sarana dan prasarana makan memenuhi standar alat makan
  2. Acara makan dipandu oleh MC
  3. Sebelum acara makan bersama dimulai, MC mengabarkan bahwa :
  1. MC membuka acara makan bersama dengan mengumandangkan du’a sebelum makan
  2. MC menutup acara makan bersama dengan memandu du’a setelah makan
  3. Selainnya, mengikuti SOP makan bersama dalam  Acara Sahabat
  4. Setelah makan 100 langkah

Penulis : Teddy Januar Insan

Team Amanah AQsi Kazi Yabukti

7 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *